PERDEBATAN KEBERADAAN LAFADZ MU`ARRAB DALAM AL-QUR`AN: KAJIAN PENDAPAT PARA ULAMA DALAM KITAB AL-ITQAN
Keywords:
Lafadz mu`arrab , perdebatan ulama , al-Itqan , Al-Qur`anAbstract
Penelitian ini membahas tentang perdebatan para ulama mengenai keberadaan lafadz mu`arrab dalam Al-Qur`an sebagaimana yang telah dikaji dalam kitab Al-Itqan karya Imam Suyuthi. Adanya perdebatan ini, dikarenakan terdapat perbedaan pendapat mengenai ada atau tidaknya keberadaan lafadz mu`arrab dalam Al-Qur`an. Sebagian ulama, seperti Imam Syafi`i, Imam ath-Thabari, dan yang lainnya, mereka menolak adanya lafadz mu`arrab dalam Al-Qur`an, karena di dalam Al-Qur`an tidak ada bahasa selain bahasa Arab. Sementara sebagian ulama lainnya, seperti Ibnu an-Naqib, Wahb bin Munabbih, dan lainnya, mereka menerima adanya lafadz mu`arrab dalam Al-Qur`an, karena mereka manganggap bahwa Al-Qur`an memiliki keistimewaan dibanding kitab-kitab yang lain dengan memuat bahasa selain bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengurai perdebatan para ulama serta menganalisis argumentasi yang menjadi landasan dalam perbedaan tersebut dan mengidentifikasi lafadz yang dikategorikan sebagai lafadz mu`arrab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research, dengan Al-Itqan sebagai sumber utama dan didukung oleh kitab-kitab lain, jurnal, dan karya ilmiah lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para ulama memiliki sikap beragam dalam menerima atau menolak keberadaan lafadz mu`arrab dalam Al-Qur`an. Dalam hal ini juga para ulama memperlihatkan keluasan dalam menjaga kemurnian dan karakter kebahasaan Al-Qur`an







