KRISIS EKOLOGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MANUSIA: PERSPEKTIF I‘JĀZ ṬIBBĪ DALAM AL-QUR’AN
Keywords:
Krisis Ekologi, Kesehatan Manusia, Al-Qur’an , I‘jāz Ṭibbī, LingkunganAbstract
Krisis ekologi merupakan persoalan yang tidak hanya berdampak terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan manusia. Pencemaran air dan udara, kerusakan tanah, serta gangguan keseimbangan ekosistem dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan. Al-Qur’an memberikan petunjuk mengenai hubungan manusia dengan lingkungan melalui konsep keseimbangan (mīzān), kedudukan manusia sebagai khalifah, larangan melakukan fasād, serta penegasan kedudukan air sebagai unsur kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis ekologi dalam perspektif Al-Qur’an, mengidentifikasi dampaknya terhadap kesehatan manusia, serta mengkaji keselarasan petunjuk Al-Qur’an dengan pengetahuan kesehatan modern melalui perspektif I‘jāz Ṭibbī. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (mawḍū‘ī) dan pendekatan interdisipliner yang menghubungkan kajian Al-Qur’an dengan ilmu ekologi dan kesehatan. Data dianalisis melalui kajian makna, aspek kebahasaan, dan penafsiran terhadap QS. Ṭāhā [20]:55, QS. al-Raḥmān [55]:7–8, QS. al-Rūm [30]:41, dan QS. al-Anbiyā’ [21]:30, kemudian dikaitkan dengan pengetahuan kesehatan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menggambarkan keterkaitan antara manusia, bumi, keseimbangan alam, kerusakan lingkungan, dan unsur-unsur yang menopang kehidupan. Krisis ekologi dapat berdampak terhadap kesehatan melalui pencemaran air dan udara, gangguan sistem pangan, serta perubahan dan gangguan ekosistem. Dalam perspektif I‘jāz Ṭibbī, petunjuk ayat-ayat tersebut memiliki relevansi dengan pengetahuan modern mengenai hubungan antara kondisi lingkungan dan kesehatan manusia. Dengan demikian, I‘jāz Ṭibbī dalam kajian ini dipahami sebagai keselarasan antara petunjuk Al-Qur’an dan pengetahuan ilmiah yang dapat dikaji secara empiris, tanpa menyamakan ayat Al-Qur’an dengan teori ilmiah tertentu.







