TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH DALAM NAHAR WA LAIL PADA QS. ALI IMRAN AYAT 190: PERSPEKTIF ULUMUL QUR’AN
Keywords:
Kekuasaan Allah , Siang Dan Malam , Lumul Qur’an , Tafakkur , Tadabbur.Abstract
Pergantian siang dan malam merupakan salah satu fenomena alam yang berulang secara teratur dan banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Fenomena tersebut tidak hanya dipandang sebagai perubahan waktu, tetapi juga sebagai salah satu tanda kekuasaan, kebijaksanaan, dan pengaturan Allah terhadap salam semesta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Al-Qur’an menggambarkan pergantian siang dan malam serta bagaimana fenomena tersebut dapat dipahami melalui prespektif Ulumul Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber utama penelitian adalah Al-Qur’an, sedangkan sumber sekundernya berupa kitab tafsir dan literatur Ulumul Qur’an. Ayat utama yang akan di kaji adalah QS. Ali Imran 3:190-191. Hasil kajian menunjukkan bahwa pergantian siang dan malam dalam Al-Qur’an merupakan tanda yang menunjukkan keteraturan ciptaan, kekuasaan Allah, keluasan Rahmat-nya, serta adanya tujuan dalam penciptaan alam. Al-Qur’an juga mengarahkan manusia untuk tidak sekedar melihat fenomena tersebut secara fisik, tetapi menjadikannya sarana tafakkur dan tadabbur sehingga pengamatan terhadap alam dapat mengantarkan manusia kepada kesadaran akan kebesaran dan keesaan Allah. Dengan demikian, kajian terhadap fenomena siang dan malam memperlihatkan hubungan antara ayat-ayat qauliyah dan fenomena kauniyah dalam membangun kesadaran spiritual dan intelektual manusia







