ILMU HADIS DALAM PERSPEKTIF ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI

Authors

  • Salwah Suherman Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia Author
  • La Ode Ismail Ahmad Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia Author
  • Abustani Ilyas Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia Author

Keywords:

Ilmu Hadis Ontologi Epistemologi Aksiologi

Abstract

Penelitian ini menelaah Ilmu Hadis melalui tiga dimensi utama dalam filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, untuk menghadirkan pemahaman yang komprehensif tentang hakikat, sumber pengetahuan, serta nilai fungsional ilmu hadis dalam kehidupan umat Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan eksistensi hadis sebagai objek kajian (ontologis), proses perolehan pengetahuan hadis secara ilmiah (epistemologis), serta peran dan manfaatnya dalam kehidupan sosial umat (aksiologis). Metode yang digunakan ialah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui telaah terhadap literatur klasik dan modern mengenai ilmu hadis serta filsafat ilmu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, hadis memiliki posisi fundamental sebagai sumber ajaran Islam yang autentik dan bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Secara epistemologis, validitas hadis dijaga melalui system periwayatan dan kritik sanad-matan yang ketat dan rasional. Sedangkan secara aksiologis, hadis tidak hanya menjadi sumber hukum, tetapi juga berperan dalam pembinaan moral, dan spiritual umat Islam. Jadi, integrasi antara ketiga dimensi tersebut menjadikan Ilmu Hadis sebagai disiplin ilmu yang tidak hanya menjaga keautentikan wahyu, tetapi juga relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman modern, sekaligus memperkuat posisi ilmu hadis sebagai sistem pengetahuan yang ilmiah, reflektif, dan bernilai praksis. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Khatib al-Baghdadi. (1986). Al-Kifayah fi ‘Ilm al-Riwayah. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Azami, M. M. al-. (2002). Studies in Hadith Methodology and Literature. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust.

Ibn al-Salah. (1986). ‘Ulūm al-Ḥadīth. Beirut: Dār al-Fikr.

Kartanegara, M. (2003). Menembus Batas Waktu: Panorama Filsafat Islam. Bandung: Mizan.

Mahbubi, M. (2025). METOPEN FOR DUMMIES: Panduan Riset Buat Kaum Rebahan, Tugas Akhir Lancar, Rebahan Tetap Jalan!, (1st edn). Global Aksara Pers.

Multajam, M. D., Sunan, U. I. N., & Djati, G. (2022). Telaah Ontologis Klasifikasi Ilmu Hadis: Dirāyah dan Riwāyah sebagai Basis Taksonomi. 5, 12–25. https://doi.org/10.32506/johs.v5i1-02

Palangkey, R. D., Baco, A., Swandi, C., & Ningsih, Y. (2025). Ulum Hadits: Tinjauan Ontologi , Epistemologi , dan Aksiologi. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(10), 2554–2561.

Rokhmah, D. (2021). ILMU DALAM TINJAUAN FILSAFAT : CENDEKIA: Jurnal Studi Keislaman, 7, 180.

Said, M., & Tasbih, M. (2023). No Title. 2(Desember), 36–46.

Sharifudin, K. (2025). Tinjauan historis ilmu hadis. 2(4).

Supardi, H. (2022). PENGANTAR ILMU HADIS DAN CABANG-CABANG ILMU HADIS. 2(3), 275–280.

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

ILMU HADIS DALAM PERSPEKTIF ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI. (2026). ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research, 2(2), 696 – 706. https://ejournal.bamala.org/index.php/almustofa/article/view/740