Pembentukan Tradisi Budaya Buka Bersama Pada Masyarakat Muslim Indonesia Prespektif Hadist Dan Ushul Fiqih

Authors

  • zakaria Ma’had Aly Hasyim Asy’ary Tebuireng Jombang Author
  • Ali Yusuf Muzaki Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang Author
  • Mohammad Hamsa Fauriz Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang Author

Keywords:

Tradisi Buka Bersama, Legitimasi Hadis, Pendekatan Living Hadis, Urf (Praktik Adat) , Ushul Fiqh

Abstract

Tradisi buka bersama (bukber) telah menjadi fenomena budaya yang berkembang luas dalam masyarakat muslim Indonesia, terutama pada bulan Ramadhan. Praktik ini tidak hanya dipahami sebagai aktivitas sosial, tetapi juga sering dikaitkan dengan legitimasi keagamaan melalui hadis-hadis yang menganjurkan memberi makan orang yang berpuasa. Dalam konteks ini, muncul proses yang dapat disebut sebagai branding hadis, yaitu penggunaan dan penguatan hadis tertentu sebagai dasar normatif yang kemudian membentuk praktik budaya kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hadis berperan dalam pembentukan tradisi buka bersama serta bagaimana praktik tersebut dapat dipahami dalam perspektif ushul fiqh, khususnya melalui konsep ‘urf (tradisi yang hidup dalam masyarakat). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode gabungan antara field research dan library research. Field research digunakan sebagai sumber data primer melalui observasi dan pengamatan terhadap praktik buka bersama dalam masyarakat muslim, sedangkan library research digunakan sebagai sumber data sekunder dengan menelaah literatur hadis, kitab-kitab ushul fiqh, serta kajian akademik yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan menggunakan kerangka teori ‘urf dalam ushul fiqh untuk melihat hubungan antara teks hadis dan praktik budaya yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi buka bersama dalam masyarakat muslim Indonesia merupakan bentuk interaksi antara teks keagamaan dan budaya lokal. Hadis-hadis tentang keutamaan memberi makan orang yang berpuasa berfungsi sebagai legitimasi normatif yang kemudian mengalami proses sosial sehingga menjadi tradisi yang diterima secara luas. Dalam perspektif ushul fiqh, praktik ini dapat dikategorikan sebagai  ‘urf shahih selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat. Dengan demikian, tradisi buka bersama dapat dipahami sebagai bentuk akulturasi antara nilai-nilai hadis dan dinamika budaya masyarakat muslim Indonesia. 

Downloads

Published

2026-04-24

How to Cite

Pembentukan Tradisi Budaya Buka Bersama Pada Masyarakat Muslim Indonesia Prespektif Hadist Dan Ushul Fiqih. (2026). LexIslamica: A Multidisciplinary Approach to Islamic Law and Its Contemporary Applications, 2(10). https://ejournal.bamala.org/index.php/lexi/article/view/806