TANTANGAN DAN STRATEGI GURU SEKOLAH REGULER DALAM MEWUJUDKAN RUANG KELAS INKLUSI YANG EFEKTIF
Keywords:
pendidikan inklusi, sekolah reguler, kompetensi guru, ruang kelas inklusif, strategi pembelajaranAbstract
Pendidikan inklusi menempatkan sekolah reguler sebagai ruang belajar bersama bagi peserta didik berkebutuhan khusus dan peserta didik pada umumnya dalam satu lingkungan kelas yang sama. Kebijakan ini menuntut guru kelas memiliki kompetensi pedagogik yang lebih kompleks dibanding pembelajaran konvensional, sementara pada praktiknya masih banyak guru sekolah reguler yang belum memperoleh bekal memadai untuk menangani keberagaman karakteristik peserta didik. Artikel ini bertujuan mengkaji tantangan yang dihadapi guru sekolah reguler dalam mewujudkan ruang kelas inklusi yang efektif serta strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasinya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel jurnal, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan topik pendidikan inklusi dan kompetensi guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi guru meliputi keterbatasan kompetensi dan pemahaman tentang pendidikan inklusi, minimnya pelatihan berkelanjutan, beban kerja yang tinggi akibat rasio guru-siswa yang tidak ideal, keterbatasan sarana prasarana serta tenaga ahli pendamping, dan sikap maupun kesiapan sosial-emosional yang masih beragam di lingkungan sekolah. Strategi yang dapat diterapkan guru antara lain penerapan pembelajaran terdiferensiasi, penyusunan program pembelajaran individual melalui modifikasi kurikulum, kolaborasi dengan guru pendamping khusus dan orang tua, penguatan kompetensi melalui pelatihan dan komunitas belajar profesional, penciptaan budaya kelas yang inklusif dan suportif, serta pemanfaatan media dan teknologi pendukung sederhana. Dengan strategi yang tepat dan dukungan berbagai pihak, guru sekolah reguler dapat mewujudkan ruang kelas inklusi yang efektif sehingga seluruh peserta didik, tanpa terkecuali, memperoleh kesempatan belajar yang bermakna dan setara.
Downloads
References
Ananda, S. (2025). Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Meningkatkan Kualitas Belajar di Kelas Inklusi Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu.
Cansiz, M., & Cansiz, N. (2018). Factors Associated with Teachers' Attitudes towards Inclusive Education. South African Journal of Education, 38(4), 1–9.
Florian, L., & Black-Hawkins, K. (2011). Exploring Inclusive Pedagogy. British Educational Research Journal, 37(5), 813–828.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Pedoman Bimbingan Teknis Program Pemenuhan Guru Pembimbing Khusus. Jakarta: Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus.
Purnomo, A. (2016). Kebutuhan Guru Sekolah Dasar Inklusi dalam Meningkatkan Kompetensi melalui Media Video. Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan, 4(2), 91–105.
Putri, Y., & Hamdan, S. R. (2021). Sikap dan Kompetensi Guru pada Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar. JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi), 4(2), 138–152.
Ramadhana, R. N., Sari, D. P., Setiawan, A., & Sholihah, B. M. (2024). Optimalisasi Pendidikan Inklusi di Indonesia: Tantangan, Permasalahan, dan Strategi Peningkatan Mutu. Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial.
Sunanto, J. (2016). Desain Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus dalam Kelas Inklusif. Jurnal Asesmen dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus, 15(1).
Suryani, I., Lestari, R. F., Rozif, M., & Zulfahmi, M. N. (2024). Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar. Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 2(12).
UNESCO. (2017). A Guide for Ensuring Inclusion and Equity in Education. Paris: UNESCO Publishing.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 bil waly (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








