ASESMEN PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Keywords:
Asesmen, Peserta didik berkebutuhan khusus, Pendidikan agama isslam, Pendidikan inklusif, Program pembelajaran individualAbstract
ABSTRAK
Peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan bermutu, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), sebagaimana diamanatkan oleh prinsip pendidikan inklusif dan nilai-nilai keadilan dalam Islam. Namun demikian, praktik asesmen PAI di banyak sekolah dan madrasah masih menggunakan instrumen yang seragam tanpa mempertimbangkan keragaman karakteristik, hambatan, dan potensi PDBK, sehingga berisiko menghasilkan penilaian yang tidak valid dan tidak berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji konsep dan landasan filosofis-yuridis asesmen bagi PDBK, (2) menganalisis prinsip, tahapan, dan model asesmen yang relevan diterapkan dalam pembelajaran PAI, serta (3) merumuskan kerangka asesmen PAI inklusif yang mengakomodasi keragaman kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur sistematis (systematic literature review), dengan data dihimpun dari artikel jurnal terakreditasi, regulasi pendidikan inklusif, serta buku rujukan pendidikan khusus yang terbit dalam kurun 2015-2026, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen bagi PDBK harus bersifat holistik, individual, berkelanjutan, dan melibatkan kolaborasi multidisiplin (guru kelas, guru pendamping khusus, orang tua, dan tenaga ahli), dengan tahapan baku berupa identifikasi, asesmen mendalam, dan penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI). Dalam konteks pembelajaran PAI, asesmen autentik berupa observasi perilaku ibadah, portofolio hafalan dan amal, serta penilaian berbasis kinerja terbukti lebih relevan dibandingkan tes tertulis konvensional, karena mampu menjangkau capaian kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik secara proporsional sesuai kondisi masing-masing. Penelitian ini menemukan sejumlah tantangan implementasi, mencakup keterbatasan kompetensi guru PAI dalam merancang instrumen modifikasi, minimnya kolaborasi dengan tenaga ahli, serta belum terintegrasinya nilai-nilai keislaman secara eksplisit ke dalam pedoman asesmen inklusif yang tersedia. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kerangka Asesmen PAI Inklusif Berbasis Rahmah, yang memadukan tahapan asesmen baku pendidikan khusus dengan prinsip keadilan ('adl), kasih sayang (rahmah), dan penghargaan atas keberagaman (fitrah) sebagai dasar filosofis penilaian pembelajaran agama bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Downloads
References
Buku
Ni'matuzahroh, & Nurhamida, Y. (2016). Individu berkebutuhan khusus dan pendidikan inklusif. UMM Press.
Peraturan Perundang-undangan
Republik Indonesia. (2016). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2020). Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas. Sekretariat Negara.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2009). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Kemendiknas.
Laporan Lembaga atau Perusahaan
UNESCO, & PLAN Indonesia. (2006). Deklarasi dunia tentang pernyataan Salamanca: Pendidikan untuk semua. UNESCO Office Jakarta.
Artikel Jurnal dengan DOI
Dewi, D. P. (2018). Asesmen sebagai upaya tindak lanjut kegiatan identifikasi terhadap anak berkebutuhan khusus. Wahana, 70(1), 17-24. https://doi.org/10.36456/wahana.v70i1.1563
Irvan, M. (2020). Urgensi identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan khusus usia dini. Jurnal ORTOPEDAGOGIA, 6(2), 108-112. https://doi.org/10.17977/um031v6i22020p108-112
Khairun, D. Y., Afiati, E., & Asmiati, N. (2022). Bimbingan teknis identifikasi dan asesmen pembelajaran anak berkebutuhan khusus guru bimbingan dan konseling. Jurnal UNIK: Pendidikan Luar Biasa, 7(1), 1-8. https://doi.org/10.30870/unik.v7i1.13927
Kurniawan, M. Y., Wagino, & Rosyadi, M. D. (2018). Rancang bangun aplikasi asesmen anak berkebutuhan khusus pada sekolah inklusif. Jurnal Teknologi Informasi Universitas Lambung Mangkurat (JTIULM), 3(2), 71-76. https://doi.org/10.20527/jtiulm.v3i2.30
Nurdin, A., Hendra, H., Khozin, K., Haris, A., Zainab, N., & Yahaya, M. Z. (2024). Developing the Islamic Religious Education curriculum in inclusive schools or madrasah and its implementation: A systematic literature review. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(1), 94-110. https://doi.org/10.14421/jpai.v21i1.6907
Umami, M. (2018). Penilaian autentik pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum 2013. Jurnal Kependidikan, 6(2), 222-232. https://doi.org/10.24090/jk.v6i2.2259
Artikel Jurnal tanpa DOI
Awaliah, N. P., Khoirunisa, A., Anjelina, R., & Marhadi, H. (2024). Peningkatan kompetensi guru dalam identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusif. BERSATU: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika, 2(3), 153-162.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101.
Hamzah, S. I., Djuko, R. U., & Juniarti, Y. (2020). Asesmen terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK): Strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses. JAMBURA Early Childhood Education Journal, 2(1), 28-42.
Napitupulu, M. B., Malau, J. G., Damanik, C. T., Simanjuntak, S. N., & Widiastuti, M. (2022). Psikologi kepada anak berkebutuhan khusus tunagrahita. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 1(4), 325-331.
Suryaningrum, C., Ingarianti, T. M., & Anwar, Z. (2016). Pengembangan model deteksi dini anak berkebutuhan khusus (ABK) pada tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Malang. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 4(1), 1-5.
Syahroni, M. I., & Hudatullah. (2026). Model pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa. SAKRA: Jurnal Sains Akademik Kependidikan dan Rekayasa Aplikasi, 1(1), 35-48.
Wijaya, N. C. M., & Ridha, A. R. (2024). Pentingnya asesmen dalam menyusun program pembelajaran di sekolah inklusi SD Al Firdaus Surakarta. Jurnal Al-Abshor: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 88-98.
Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93-112.
Buku (Karya Klasik / Dikutip dalam Sumber Sekunder)
Hallahan, D. P. (1991). Sebagaimana dikutip dalam Ni'matuzahroh, & Nurhamida, Y. (2016). Individu berkebutuhan khusus dan pendidikan inklusif (hlm. 95-98). UMM Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Izzad Favian Billah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








