KERENTANAN ORANG TUA TERHADAP HOAKS DAN KONTEN AI: TINJAUAN LITERASI DIGITAL DALAM PERSPEKTIF STUDI LITERATUR

Authors

  • Nadiva Gita Syamsiyah Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Author
  • Devy Habibi Muhammad Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Author

Keywords:

literasi digital, orang tua, hoaks berbasis AI

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan bentuk kerentanan orang tua terhadap hoaks dan konten berbasis artificial intelligence (AI), mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat orang tua mudah percaya dan cenderung meneruskan informasi yang tidak terverifikasi, serta merumuskan strategi literasi digital yang relevan untuk menghadapi disinformasi pada era konten sintetis seperti deepfake. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif melalui literature review terhadap jurnal-jurnal Indonesia lima tahun terakhir yang membahas hoaks, perilaku berbagi informasi, literasi digital, serta perkembangan konten manipulatif berbasis AI. Hasil sintesis menunjukkan kerentanan orang tua terbentuk dari kombinasi kebiasaan verifikasi yang rendah, ketergantungan pada kedekatan sosial (keluarga/komunitas) sebagai indikator kepercayaan, paparan hoaks yang berulang, dan melemahnya indikator autentisitas karena adanya konten AI yang tampak meyakinkan secara audio-visual. Temuan kajian juga mengarah pada kesimpulan bahwa literasi digital yang bersifat umum belum memadai untuk menghadapi konten AI; dibutuhkan penguatan literasi evaluatif, pembiasaan jeda sebelum berbagi, kemampuan verifikasi lintas-sumber, dan peningkatan keterampilan spesifik terkait pengenalan konten sintetis serta pemanfaatan ekosistem fact-checking berbasis komunitas. Studi ini menegaskan urgensi ketahanan informasi keluarga sebagai pendekatan praktis untuk menekan penyebaran disinformasi oleh orang tua di ruang digital yang semakin kompleks.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman. (2024). Metode Penelitian Kepustakaan dalam Pendidikan Islam. https://doi.org/10.38073/adabuna

Dhahir, D. F., Kenda, N., Dirgahayu, D., Syarifuddin, S., Djaffar, R., Widihastuti, R., Rustam, M., & Pala, R. (2024). Hubungan Literasi Digital, Paparan Video Deepfake yang Dihasilkan AI, dan Kemampuan untuk Mengidentifikasi Deepfake pada Generasi X. Jurnal Pekommas, 9(2), 357–368. https://doi.org/10.56873/jpkm.v9i2.5873

Dzakwan, M. D., Pasaribu, M., & Gunawan, G. (2023). Pola Konsumsi Informasi dan Penyebaran Hoax di Whatsapp dan Facebook Pada Baby Boomers. Jurnal Cyber PR, 3(2), 104–113. https://doi.org/10.32509/cyberpr.v3i2.3768

Haqiqi, P., Nursyifa, Z., & Putri, S. S. (2022). ANALISIS BROADCAST MESSAGE APLIKASI WHATSAPP SEBAGAI SUMBER INFORMASI BAGI GENERASI BABY BOOMER DI JAKARTA. 7(6).

Harahap, N. (2014). PENELITIAN KEPUSTAKAAN.

Hasanah, R. H., & Rahmah, E. (2025). PENGARUH LITERASI DIGITAL DAN PERSEPSI RISIKO ORANG TUA TERHADAP PRAKTIK SHARENTING DI MEDIA SOSIAL.

Ilham, Y., Reza, F., & Gamaska, W. (2022). Literasi Digital Pemahaman Orang Tua Terhadap Perkembangan Dunia Digital Untuk Anak (Vol. 2, Issue 1).

Iswara, A. A. (2023). Analisis Hoaks Yang Dipublikasikan Berulang. Jurnal Pekommas, 8(1), 87–94. https://doi.org/10.56873/jpkm.v8i1.4950

Jaya, G. P., Warsah, I., & Istan, M. (2023). Kiat Penelitian Dengan Model Pendekatan Telaah Kepustakaan. Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 7(1), 117. https://doi.org/10.29240/tik.v7i1.6494

Juditha, C. (2025). Artificial Intelligenence Dan Hoaks: Tantangan Disrupsi Bagi Literasi Digital Masyarakat Di Komunitas Online Dan Upaya Antisipasi Pemerintah. Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi Dan Komunikasi, 9(1).

Mochamad Solihin, M. (2021). Hubungan Literasi Digital dengan Perilaku Penyebaran Hoaks pada Kalangan Dosen di Masa Pandemi Covid-19. https://doi.org/10.30818/jpkm.2021.2060309

Mulyaning Ati, R., Rhangga, A., & Anggraini, P. (2023). Literasi Digital Sebagai Upaya Kritis Memerangi Berita Bohong: Studi Terhadap Gerakan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO). Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi), 7(3), 2023. https://doi.org/10.35870/jti

Mutmainnah, A., Suhandi, A. M., & Herlambang, Y. T. (2024). Problematika Teknologi Deepfake sebagai Masa Depan Hoax yang Semakin Meningkat: Solusi Strategis Ditinjau dari Literasi Digital. UPGRADE : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 1(2), 67–72. https://doi.org/10.30812/upgrade.v1i2.3702

Nagara, M. A. (2025). DEEPFAKE DAN DISTORSI RUANG PUBLIK DIGITAL: ANALISIS TEORI PUBLIC SPHERE JURGEN HABERMAS. Jurnal Komunikasi & Media Digital, 3(1), 44–52. https://doi.org/10.70611/jkmd.v3i1.52

Nisa, K. (2024). Peran Literasi di Era Digital Dalam Menghadapi Hoaks dan Disinformasi di Media Sosial. Impressive: Journal of Education, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.61502/ijoe.v2i1.75

Nurul Labibah, K., & Ganggi, R. I. P. (2024). Parenting through Social Media: The Information Experience of Young Mothers in East Jakarta. Jurnal Kawistara, 14(3), 430. https://doi.org/10.22146/kawistara.99899

Sarasvati, P., Agus Siswadi, G., Ilmu Komunikasi, P., & Jawa Dwipa Klaten Jawa Tengah, S. (2025). PERAN LITERASI DIGITAL DALAM MEMFILTER INFORMASI DAN KONTEN HOAKS DI MEDIA SOSIAL. In Sosial dan Humaniora (Vol. 01, Issue 1).

Sari, M. (2020). Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA.

Sembiring, S. (n.d.). Parental Digital Literacy: Protecting Children from Online Risks.

Zahro’, A., Nur Fadhilah, R. R., Hermawati, S. Z., Imaduddin, G. N., & Santoso, A. A. (2024). Dampak Penyalahgunaan Deepfake dalam Memanipulasi Visual: Menguak Potensi Infopocalypse di Era Post Truth Terhadap Asumsi Masyarakat pada Media Massa. Jurnal Kawistara, 14(3), 401. https://doi.org/10.22146/kawistara.98339

Downloads

Published

2026-04-02