Integrasi Literasi Digital dalam Kurikulum Pendidikan Islam untuk Meningkatkan Etika Bermedia Sosial Siswa
Keywords:
Adab Digital;, Etika Media Sosial;, Kurikulum PAI;, Pendidikan Karakter;, Sipilitas Digital;, Tabayyun.Abstract
Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak ganda bagi generasi muda, di mana akses informasi yang luas sering kali tidak dibarengi dengan ketajaman etika digital. Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah meningkatnya fenomena degradasi moral di ruang siber, seperti penyebaran hoaks dan perundungan digital yang melibatkan siswa muslim. Penelitian ini mengusulkan solusi berupa integrasi nilai-nilai literasi digital yang berbasis pada prinsip Akhlakul Karimah ke dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan analisis mendalam terhadap dokumen kurikulum dan studi literatur terkait pendidikan karakter. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa materi PAI saat ini masih cenderung bersifat teoretis-normatif dan memerlukan reorientasi praktis yang mencakup adab berkomunikasi di dunia maya. Salah satu temuan kunci adalah efektivitas konsep Tabayyun (verifikasi) sebagai instrumen teologis dalam menyaring informasi palsu. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital dalam kerangka pendidikan Islam tidak hanya meningkatkan kecakapan teknis siswa, tetapi juga membentuk benteng moral yang kokoh. Integrasi ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa pendidikan Islam tetap relevan dalam menjawab tantangan sosial di era disrupsi.
Downloads
References
Abdullah, M. (2022). Transformasi Pendidikan Islam di Era Disrupsi. Jakarta: Rajawali Pers.
Ahmad, F., & Sari, D. (2023). Integrasi Etika Islam dalam Media Sosial. Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 145-160.
Bush, T. (2009). Leadership and Management Development in Education. London: Sage Publications.
Case, R., et.al. (2012). Curriculum Development in Digital Age. New York: McGraw-Hill.
Catford, J. (1969). Linguistics Theory of Translation. Oxford: Oxford University Press.
Eliade, Mircea (ed.). (1995). The Encyclopedia of Religion, Vol. 8, New York: Simon dan Schuster.
Fatimah, S. (2024). Tantangan Guru PAI dalam Literasi Media. Al-Mustofa: Jurnal Penelitian Pendidikan, 7(1), 10-25.
Gerry, & Yulk. (2006). Modern Education Perspectives. New Jersey: Pearson Education.
Hamzah, R. (2021). Adab Digital untuk Generasi Z. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hidayat, N. (2023). Analisis Kurikulum PAI Berbasis Teknologi. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 14(3), 200-215.
Mulyana, A. (2025). Konsep Tabayyun dalam Menghadapi Post-Truth. Studi Agama dan Masyarakat, 19(1), 55-70.
Nasrullah, R. (2021). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Pratama, A. (2021). Etika Komunikasi Digital dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Purwana, Dedi. (2015). Studi Evaluasi Pendidikan Islam. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Rahman, M. T. (2022). Literasi Digital di Madrasah. Jurnal Kurikulum Pendidikan Islam, 9(4), 312-328.
Wibowo, Agus, dkk. (2015). Pendidikan Karakter di Era Digital. Semarang: Pustaka Rizki Putra.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Qomaruz Zaman, Kais Abdirahman, M Mahbubi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








