PENDIDIKAN KARAKTER ERA DIGITAL: RESILIENSI MORAL GENERASI Z
Keywords:
Pendidikan Karakter, Resiliensi Moral, Era Digital, Studi Literatur, Pedagogi Modern.Abstract
Di era disrupsi teknologi dan integrasi kecerdasan buatan, Generasi Z menghadapi tantangan etis dan krisis moral yang kompleks, seperti perundungan siber, krisis empati, serta marjinalisasi nilai lokal. Meskipun penting, implementasi pendidikan karakter saat ini masih terkendala oleh pendekatan kontekstual yang berfokus pada hasil akademik dan kurangnya sinergi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat pendidikan karakter, menganalisis dimensi utama pembentukan karakter, mengidentifikasi hambatan pembelajaran kontemporer, serta merumuskan solusi strategis yang adaptif di era digital. Menggunakan metode kualitatif studi literatur dengan teknik analisis tematik, data dikumpulkan secara sistematis dari berbagai jurnal ilmiah, buku pedagogi, dan regulasi pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan resiliensi moral Generasi Z memerlukan keterpaduan tiga komponen moral (pemahaman, perasaan, dan tindakan moral) serta penguatan pilar keteraturan interior, koherensi etis, otonomi moral, dan keteguhan. Selain itu, diperlukan integrasi empat berbasis konservasi, yaitu nilai religius, budaya, lingkungan, dan potensi diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter bertindak sebagai kompas etis vital yang memerlukan sinergi ekosistem Tri Pusat Pendidikan, peningkatan literasi digital kewargaan (digital citizenship), serta penciptaan budaya sekolah yang kondusif guna mencetak generasi yang cerdas dan berintegritas.
Downloads
References
Eliade, Mircea (ed.). (1995). The Encyclopedia of Religion, Vol. 8. New York: Simon dan Schuster.
Gunawan, H. (2012). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kurniawan, M. I. (2018). Tri Pusat Pendidikan Sebagai Sarana Efektif Pendidikan Karakter Anak. Jurnal PEDAGOGIA, 4(1), 41-49.
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Megawangi, R. (2004). Membangun Karakter Sejak Dini: Peran Keluarga dan Sekolah dalam Membentuk Generasi Unggul. Jakarta: Indonesia Heritage Foundation.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Musfiroh, T. (2012). Pengembangan Karakter Anak Melalui Play-Based Learning. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Purwana, Dedi. (2015). Pendidikan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Innovation & Knowledge, 4(4), 333-339.
Sudirman, N. (1992). Ilmu Pendidikan: Sebuah Pengantar Lintas Kurikulum. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Wibowo, Agus. (2015). Manajemen Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsep dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Randy Eka Saputra, Mohammad Hamdan, M. Mahbubi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








