BUDAYA MENUNDUKKAN BADAN DALAM MASYARAKAT MELAYU RIAU PERSPEKTIF ETIKA SOSIAL AL-QUR’AN
Keywords:
Budaya Melayu , Etika Sosial , Qur’anAbstract
Budaya menundukkan badan saat melintas di hadapan orang lain merupakan salah satu ekspresi etika sosial yang hidup dalam masyarakat melayu Riau. Praktik ini tidak sekedar gerak tubuh simbolik, melainkan bentuk komunikasi nonverbal yang merepresentasikan nilai kesantunan, penghormatan, kerendahan hati, dan kesadaran posisi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna budaya menundukkan badan dalam perspektif etika sosial Al-Quran serta menelaah relevansinya dalam dinamika sosial masyarakat melayu Riau kontemporer, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka(Library research ) melalui analisis tafsir tematik (Maudhu'i) terhadap ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan etika sosial, yaitu Surah Al-Baqarah ayat 83, Ali Imran ayat 159, Thaha ayat 44, Al-Isra' ayat 23 , serta Surah An-Nisa ayat 36 dan 38. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya menundukkan badan merupakan artikulasi lokal dari nilai- nilai Qur'ani seperti ihsan, kelembutan, kasih sayang, dan keadilan sosial.Gestur ini mencerminkan konsep kerendahan diri yang bersifat etis dan spritual, bukan subordinasi struktural. Namun, modernisasi dan globalisasi menyebabkan terjadinya pergeseran makna di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan Living Al-Qur'an untuk merekontekstualisasi budaya lokal sebagai medium internalisasi nilai Al-Qur'an agar tetap relevan dan bermakna dalam kehidupan sosial modern.
Downloads
References
Althafullayya, M. R. (2024). Peran Pendidikan Karakter Untuk Generasi Muda Berdaya Tahan dalam Mendukung Ketahanan Nasional: Analisis Holistik. Journal Education Innovation (JEI), 2(1), 163–174.
Artis, A., & Erni, E. (n.d.). BAHASA, ADAT, DAN SENYUM: Komunikasi Budaya Melayu di Riau dalam Menjalin Harmoni Sosial. Nusantara; Journal for Southeast Asian Islamic Studies, 21(2), 142–254.
Effendy, T. (2018). Konseling Spritual dalam Tunjuk Ajar Melayu. Adi CIta.
Firdaus, M. (2022). Hantaran Pernikahan Masyarakat Melayu Ditinjau Menurut Hukum Islam (Analisis Tradisi Hantaran Pernikahan Masyarakat Melayu Kecamatan Bantan). UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
Hartanto, D. (2023). RAGAM KEARIFAN LOKAL BUDAYA DAN TRADISI LISAN.
Hasbi, R., Lestari, P., & Zahara, A. (2024). Tunjuk Ajar Rasulullah: Apa Tanda Melayu Beriman. Haura Utama.
Hasibuan, A. S. (2024). IMPLIKASI GHADH AL-BASHAR DENGAN KETENANGAN HATI PERSPEKTIF BUYA HAMKA TAFSIR AL-AZHAR. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
Johari, J., & Wahidin, W. (n.d.). Ketika Nikah Muda menjadi Pilihan; Kontruksi Fiqh al-Nikah di Riau. Kutubkhanah, 25(1), 27–42.
Lailah, S. (2021). Qalb dalam Perspektif Al-Qur’an (kajian Tafsir Al-Azhar). Fu.
Mahbubi, M. (2025). METOPEN FOR DUMMIES: Panduan Riset Buat Kaum Rebahan, Tugas Akhir Lancar, Rebahan Tetap Jalan!, (1st edn). Global Aksara Pers.
Melati, D. A., Kusuma, D. P., Firdaus, F., & Hasanah, U. (2025). Warisan Budaya Melayu pada Manuscript “Risalah Perhiasan perempuan pada Anak-anak Perempuan” Masa Kesultanan Lingga-Riau Abad XX. Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture, 1(2), 68–78.
Ngatenan, K. (2019). DENDA AKIBAT PEMBATALAN PERTUNANGAN PADA SAAT TANDO BOSO DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM”.(Studi Kasus Masyarakat Melayu Kampung Merempan Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak). Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Nurlana, M. (2025). Pemikiran Pendidikan Budi Pekerti Menurut Hamka Kajian Tafsir Al-Azhar. EDOIS: Journal of Islamic Education, 3(1), 211–226.
Putra, M. K. (2019). Interaksi Islam dan Adat dalam pernikahan Adat Melayu Bengkalis. Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Raffin, M., Ramadhani, D., & Salsabilla, T. (2024). Pedagogi sunnah nabawiyyah: Mengukir generasi unggul melalui pendidikan berkualitas. Journal of Islamic Studies, 2(1), 87–102.
Rahim, A. (2013). Konsep Akhlak Menurut Hamka (1908-1981). Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Ramadhan, F. (2022). KESETARAAN GENDER PERSPEKTIF HAMKA DALAM TAFSIR AL AZHAR. Institut PTIQ Jakarta.
Razak, A., & Permana, D. (2024). Kajian tentang Pantang Larang Perspektif Tradisi dalam Kebudayaan Melayu Kepulauan Riau. GAUNG: Jurnal Ragam Budaya Gemilang, 2(3), 191–198.
Tamrin, H. (2015). Enkulturisasi dalam kebudayaan melayu. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 14(1), 98–148.
Ulya, M. (2020). Budaya Melayu Riau Perspektif Al-Qur’an. Institut PTIQ Jakarta.
Ulya, M. (2021). Rekonsiderasi Budaya Manumbai Masyarakat Petalangan Melayu Riau Berbasis Al-Qurâ€TM an: Februari. El-Furqania: Jurnal Ushuluddin Dan Ilmu-Ilmu Keislaman, 7(01), 18–51.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nahdatul Fitri, Syifa suhanura , Yulan permata , Edi Hermanto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








