Krisis Otoritas Pengetahuan dalam Pendidikan Islam: Telaah Epistemologis atas Relasi Wahyu, Akal, dan Kekuasaan Ilmu
Keywords:
Epistemologi Islam, Pendidikan Islam, Wahyu dan akal.Abstract
Artikel ini mengkaji krisis otoritas pengetahuan dalam pendidikan Islam melalui telaah epistemologis atas relasi antara wahyu, akal, dan kekuasaan ilmu. Krisis tersebut ditandai oleh melemahnya posisi wahyu sebagai sumber epistemik utama, fragmentasi peran akal dalam proses pencarian kebenaran, serta dominasi struktur kekuasaan ilmu yang cenderung berorientasi pada paradigma Barat-modern. Dalam konteks pendidikan Islam kontemporer, ketegangan ini melahirkan disorientasi epistemologis yang berdampak pada tujuan, metode, dan legitimasi keilmuan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis filosofis-kritis terhadap literatur klasik dan kontemporer dalam tradisi pemikiran Islam serta teori epistemologi modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa krisis otoritas pengetahuan bukan semata persoalan metodologis, melainkan problem paradigmatik yang berakar pada relasi kuasa dalam produksi dan distribusi ilmu pengetahuan. Wahyu kerap direduksi menjadi legitimasi normatif, sementara akal diposisikan secara instrumental dalam kerangka rasionalitas teknokratis. Artikel ini menegaskan perlunya rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam yang integratif, dengan menempatkan wahyu sebagai sumber nilai transendental, akal sebagai instrumen kritis dan kreatif, serta ilmu sebagai praksis pembebasan yang berorientasi pada kemaslahatan. Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu membangun kembali otoritas pengetahuan yang otentik, kritis, dan kontekstual dalam menghadapi tantangan global.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zaimuddin, Baidawi Arrohman, Abd. Wahid, Muhammad Eko Arief Wijaksono (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The article will be governed by the Creative Commons Attribution license as currently displayed on Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







