Dari Purifikasi Individual ke Emansipasi Struktural: Rekonstruksi Tazkiyatun Nafs dalam Paradigma Teologi Kritis Berbasis Tauhid

Authors

  • Maldini Qurrotu Aini Universitas Islam Negri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • Nabila Silviatus Sholehah Universitas Islam Negri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • Siti happy Sasmyta Universitas Islam Negri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • Ali Hasan Siswanto Universitas Islam Negri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author

Keywords:

Purifikasi Induvidual, Emansipasi Struktural, Tauhid, Paradigma Teologi, Tazkiyatun Nafs

Abstract

Dalam lanskap kontemporer, studi teologi Islam menghadapi krisis epistemologis yang ditandai oleh ketegangan antara formalisme normatif dan tuntutan transformasi sosial. Sementara itu, tasawuf sebagai dimensi spiritual Islam cenderung direduksi menjadi praktik individual yang terlepas dari dinamika struktural masyarakat. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada absennya kerangka teoretis yang secara sistematis mengintegrasikan tazkiyatun nafs sebagai praksis spiritual dengan teologi kritis berbasis tauhid sebagai paradigma analisis sosial. Sebagian besar studi masih bersifat deskriptif atau parsial, sehingga belum mampu menghasilkan sintesis epistemologis yang koheren dan transformatif.

Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi tazkiyatun nafs sebagai praksis transformatif dalam kerangka teologi kritis berbasis tauhid emansipatoris. Pendekatan teoretis yang digunakan adalah integrasi antara teologi Islam, tasawuf, dan teori kritis, dengan menempatkan tauhid sebagai prinsip epistemologis pembebasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain library research, melalui analisis hermeneutis-kritis terhadap sumber-sumber klasik dan literatur akademik mutakhir.

Argumen utama artikel ini adalah bahwa tazkiyatun nafs tidak dapat lagi dipahami sebagai purifikasi individual semata, melainkan sebagai proses pembentukan subjek kritis yang mengintegrasikan kesadaran spiritual dan kesadaran sosial. Dalam kerangka ini, tauhid berfungsi sebagai basis emansipatoris yang menegasikan segala bentuk dominasi dan “syirik struktural.” Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada formulasi konsep “tazkiyatun nafs transformatif” dan “tauhid emansipatoris” sebagai paradigma baru dalam teologi kritis Islam. Pendekatan ini menawarkan kebaruan dengan menjembatani dimensi spiritual dan praksis sosial dalam satu kerangka epistemologis yang utuh, serta memperkaya diskursus global tentang hubungan antara agama dan transformasi sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman. “Metode Penelitian Kepustakaan dalam Pendidikan Islam.” Adabuna: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran 3, no. 2 (2024).

Adiyono, Syamsun Ni’am, dan Akhyak. “Methodology of Islamic Studies: Islam as Religion (A Perspective Epistemology, Paradigm, and Methodology).” Analisis: Jurnal Studi Keislaman 24, no. 1 (2024).

Annaprimadonita. “Methodological Transformations in Contemporary Islamic Studies: Trends, Challenges, and Future Directions.” Sinergi International Journal of Islamic Studies 2, no. 3 (2024).

Anuhgra, Yudha Okta, Mahmud Arif, dan Saszlin Rahmadhani. “Critical Theory of Frankfurt School: Application in Education and the Development of Islamic Critical Theory.” Kanz Philosophia 11, no. 2 (2025): 305–332.

Azizah, Wafiq, Anri Anggraeni Iqbal, dan Abbas. “Metodologi Studi Islam.” Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang 12, no. 1 (2025).

Budi, Budi, Sri Wahyuni, dan Rosniati Hakim. “Analisis Kritis Pendekatan Normatif-Teologis dan Keilmuan Tasawuf-Spiritualitas dalam Studi Islam.” Jurnal Pendidikan Tambusai 10, no. 1 (2026).

Hasby, Muhammad Subky, et al. “Theology and Social Empowerment of Marginal Subcultures: A Study on Pondok Tasawuf Underground Jakarta.” Islam Realitas 10, no. 2 (2024): 172–183.

Hidayati, Zuhriyyah, et al. “Mapping the Study of Sufism: A Bibliometric Approach.” Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam 9, no. 1 (2025): 1–26.

Kamaruddin, Khadijah, et al. “Tasawwuf Approach among Prospective Islamic Counseling Practitioners.” International Journal of Research and Innovation in Social Science (2024).

Mujahidin, Sultan. “The Supremacy of Revelation over Reason: Al-Ghazali’s Critique of Rationalist Philosophy in Tahafut al-Falasifah.” Islamic Thought Review 2, no. 2 (2024): 151–162.

Muktamiroh, Ririn, dan Imron Rossidy. “Integrasi Filsafat, Teologi, dan Tasawuf: Relevansinya dalam Membentuk Karakter Peserta Didik yang Holistik.” Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman 13, no. 1 (2025).

Negara, Muhammad Adres Prawira, dan Muhlas Muhlas. “Reformulasi Konsep Tauhid: Studi Analisis Pemikiran Hassan Hanafi.” Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam 23, no. 2 (2022).

Rosfiyanti, Nina, Nur Wahidin, dan Mulawarman Hannase. “The Transformation of Urban Tasawuf in Indonesia: Cybermedia and the Emergence of Digital Religion.” Jurnal Pemikiran Islam 4, no. 2 (2024): 117–128.

Rumiati, Andika Papriono, dan Eko Nursalim. “Islamic Studies Methodological Reform: Answering the Challenges of Globalization and Intellectual Stagnation.” Indonesian Journal of Islamic Studies 6, no. 1 (2025).

Setiawan, Moch. Adin. “Integrasi Ilmu Akhlak dan Tasawuf dalam Sistem Keilmuan Islam: Relasi Epistemologis dengan Ilmu Tauhid, Fikih, Ushul Fikih, dan Qawa‘Id Fiqhiyyah.” Jurnal Pendidikan Indonesia 6, no. 12 (2025).

Wahyudi, Waluyo Erry. “Revitalisasi Nilai-Nilai Tasawuf sebagai Landasan Pendidikan Moral di Era Disrupsi.” Journal of Literature Review (2025).

Zaki, Moh. “The Crisis of Sufistic Tawhid: Seeking the Divine in Spiritual Cyberspace.” Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam 9, no. 2 (2024).

Published

2026-05-30

How to Cite

Dari Purifikasi Individual ke Emansipasi Struktural: Rekonstruksi Tazkiyatun Nafs dalam Paradigma Teologi Kritis Berbasis Tauhid. (2026). ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research, 3(1). https://ejournal.bamala.org/index.php/almustofa/article/view/841