LAFAZ HAKIKI DAN MAJAZI DALAM PENAFSIRAN NASH: Kajian Makna, Metodologi Penerapan, Serta Konsekuensi Hukumnya
Keywords:
Nash,, Meaning Haqiqi,, Meaning Majazi.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Kajian lafaz dari segi penggunaan makna haqiq dan majazi (makna, penerapan dalam nash dan implikasi hukumnya) Fokus utama penelitian adalah untuk memahami haqiqi dan majazi dalam makna, penerapan dalam nash dan implikasi hukumnya metode penelitian library riset misalnya buku-buku sejarah, artikel jurnal, manuskrip kuno, dan dokumen-dokumen terkait lainnya dengan menggunakan content analisis. Kesimpulan Integrasi pemahaman haqiqi-majazi essential untuk menghasilkan interpretasi nash yang akurat dan kontekstual dalam pengembangan hukum Islam kontemporer. integrasi pemahaman haqiqi-majazi berarti menyatukan penafsiran makna asli (haqiqi) dan makna kiasan (majazi) untuk memahami teks, khususnya dalam al-Qur’an dan hadis. Ini adalah metode penting dalam studi agama untuk memahami makna sebenarnya dari suatu perkataan, sekaligus mengenali penggunaan ungkapan kiasan yang memerlukan konteks, budaya, dan interpretasi yang mendalam. Dengan mengintegrasikan kedua pemahaman ini, seseorang dapat menguasai ilmu-ilmu Al-Qur’an dan hadis secara lebih komprehensif, yang sangat penting dalam menafsirkan dan mengaplikasikan hukum Islam.
Downloads
References
Al-Dari, M. (2020). Al-Qur’an dan Tafsir Kontemporer: Studi Tentang Metode dan Praktik. Tafsir Journal, 24(3), 1-15.
Al-Din, A. (2020). Interpretation of Islamic legal texts: A contextual analysis. Journal of Islamic Studies, 45(3), 50-70.
Al-Fairuzzabadi, M., & Yaaqub, M. Ibn. (1987). Al-Qamus Al-Muhit (Vol. 1). Beirut: Dar al-Ilm.
Al-Hasyimi, A. (2006). Jawahir al-Balaghah fi al-Ma’ani wa al-Bayan wa al-Madani. Cairo: Dar al-Kutub al-‘Arabiyyah.
Andrizal, M., Saleh, M., & Bustami, Z. (2023). Ijtihad Bayani sebagai Metode Penemuan Hukum Islam. Jurnal Hukum Resplubica, 22(2), 1-21.
Awang, A. B., & Ismail, U. S. (2018). FAKTOR KEPENGGUNAAN KINAYAH DALAM AL-QURAN AL-KARIM. E-Academia Journal, 7(1), 171–180.
Badawi, A. (2019). Lafaz Ditinjau Dari Segi Hakikat Dan Majaz (Wacana Pengantar Studi). Al-Fikru: Jurnal Ilmiah, 13(1), 50–60. https://doi.org/10.51672/alfikru.v13i1.27
Bakar, A. A. (2016). Metode Istislahiah: Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dalam Ushul Fiqh (1st ed.). Kencana, Prenada Media Grup.
Dzulfikar, A. (2022). Penggunaan Kinayah dalam Nikah, Talak dan Rujuk Menurut Imam Syafi’i. UIN Sultan Maulana Hasanuddin.
Effendi, S. (2008). Ushul Fiqih. Kencana, Prenada Media Grup.
Fahmy, F. (2022). Understanding figurative speech in the Qur’an and Hadith. International Journal of Islamic Studies, 38(1), 85-98.
Hasyim, S. (2019). Sistem Tafsir dan Makna Majazi dalam Hukum Islam. Jurnal Fiqh dan Hukum Islam, 14(3), 121-134.
Ikrom, I. (2019). Majaz Isti'aroh: Pengertian dan Penerapannya dalam Sastra Arab. Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 7(2), 45-62.
Mahbubi, M. (2025). METOPEN FOR DUMMIES: Panduan Riset Buat Kaum Rebahan, Tugas Akhir Lancar, Rebahan Tetap Jalan!, (1st edn). Global Aksara Pers.
Masyhadi, M. (2023). Penggunaan Majazi dalam Hukum Islam: Konsep dan Implikasinya. Jurnal Hukum Islam, 18(1), 98-110.
Nasution, H. (2021). Pemahaman kontekstual terhadap teks-teks agama: Studi tafsir dan hukum Islam. Journal of Islamic Law and Ethics, 11(2), 112-127.
Rahman, A. (2020). Understanding the Differences Between Haqiqi and Majazi in Islamic Texts. International Journal of Islamic Linguistics, 8(3), 40-55.
Shobir, M. (2021). The linguistic analysis of majazi and haqiqi in the Qur’an. Journal of Quranic Studies, 16(4), 200-214.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mirna Yunita, Abd. Rauf Muhammad Amin, Fatmawati Hilal (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








