Dekonstruksi Tafsir Tekstual melalui Hermeneutika Derrida: Implikasi bagi Studi Al-Qur’an
Keywords:
Tafsir Tekstual, Dekonstruksi Makna, Hermeneutika Kontemporer.Abstract
Tafsir tekstual masih menjadi pendekatan dominan dalam studi Al-Qur’an, terutama karena klaimnya atas stabilitas dan finalitas makna. Namun, pendekatan ini kerap mengabaikan dimensi epistemologis dari proses penafsiran itu sendiri. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tafsir tekstual melalui perspektif hermeneutika dekonstruksi Jacques Derrida, dengan fokus pada kritik terhadap asumsi metafisis yang menopang klaim makna tunggal dalam tradisi tafsir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research, melalui analisis kritis terhadap literatur tafsir Al-Qur’an dan kajian hermeneutika kontemporer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir tekstual tidak dapat dipahami semata-mata sebagai metode netral untuk merepresentasikan makna wahyu, melainkan sebagai konstruksi epistemologis yang dibentuk oleh konteks historis, otoritas penafsir, dan mekanisme legitimasi makna. Hermeneutika dekonstruksi memungkinkan pembacaan kritis terhadap struktur tafsir dengan menyingkap oposisi biner dan klaim finalitas makna yang selama ini diterima secara taken for granted. Artikel ini menegaskan bahwa dekonstruksi tidak diarahkan pada relativisasi wahyu atau penegasian kesakralan Al-Qur’an, tetapi berfungsi sebagai kritik epistemologis terhadap praktik penafsiran.Kebaruan artikel ini terletak pada pemanfaatan dekonstruksi bukan sebagai metode penafsiran alternatif, melainkan sebagai kritik internal terhadap tafsir tekstual. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi pada pengembangan metodologi studi Al-Qur’an kontemporer yang lebih reflektif, kritis, dan terbuka terhadap pluralitas makna.
Downloads
References
Abdullah, A. (2020). Epistemologi keilmuan Islam dan tantangan studi Al-Qur’an kontemporer. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 20(2), 147–166.
Abu Zayd, N. H. (2014). Rethinking the Qur’an: Towards a humanistic hermeneutics. Humanistics University Press., 170–179.
Afsaruddin, A. (2021). Hermeneutics, ethics, and the Qur’an: Rethinking interpretive authority. Journal of Qur’anic Studies, 23(3), 1–21.
Arkoun, M. (2010). The unthought in contemporary Islamic thought. Saqi Books., 190–210.
Assarwani, M. M. (2025). Epistemologi hermeneutika dan implikasinya terhadap penafsiran Al-Qur’an. Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Al-Hadits, 15(2), 9–11.
Bashir, S. (2022). Deconstruction and Islamic thought: Rethinking authority and meaning. Islamic Studies Review, 9(1), 45–63.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications., 4, 15–17.
Derrida, J. (2012). Writing and difference (A. Bass, Trans.). Routledge. (Original Work Published 1978), 40–47.
Fadl, K. A. E. (2020). Authority, interpretation, and the limits of textualism in Islamic law. UCLA Journal of Islamic and Near Eastern Law, 18(1), 1–29.
Furqan, M., & Sakdiah, S. (2021). Kajian hermeneutika kontemporer: Studi analisis atas penafsiran Al-Qur’an Nasr Hamid Abu Zayd dan Hassan Hanafi. Tafse: Journal of Qur’anic Studies, 10(1), 93–120.
Hidayatullah, S. (2021). Hermeneutika dan problem klaim kebenaran dalam penafsiran Al-Qur’an. Refleksi: Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Islam, 21(1), 45–62.
Jailani, M., & Nurkholis, N. (2021). Kajian pendekatan hermeneutika dalam tafsir Al-Qur’an perspektif ulama Muslim kontemporer. Journal of Qur’an and Hadith Studies, 93–120.
Mabrur, H., & Abas, S. (2025). Hermeneutik sebagai tawaran metodologis dalam menafsirkan Al-Qur’an yang diperdebatkan. Setyaki: Jurnal Studi Keagamaan Islam, 1(1), 57–59.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. SAGE Publications., 3, 16–18.
Nasution, S. (2023). From interpretation to critique: New directions in Qur’anic hermeneutics. Journal of Islamic Thought and Civilization, 13(2), 33–49.
Putra, A. E., Salsabila, T., & Masyhur, L. S. (2025). Hermeneutika dalam penafsiran Al-Qur’an: Analisis metode tafsir Muhammad Arkoun. Jurnal Tafsere, 13(1), 73–98.
Shobri, A., Masruhan, M., & Hasbulloh, M. (2025). Implementasi Pemikiran Hermeneutika Jacques Derrida dalam Memahami Hadis Nabi SAW. Jurnal Filsafat Indonesia, 8(1), 170–180. https://doi.org/10.23887/jfi.v8i1.79054
Sirry, M. (2021). Scriptural reasoning and the limits of Islamic textualism. Islam and Christian–Muslim Relations, 32(4), 387–402.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suwardi, S., & Syaifullah, M. (2022). Berbagai Pendekatan Hermeneutika Dalam Studi Islam: Sebuah Studi Literatur [Various Approaches To Hermeneutics in Islamic Studies: a Study of Literature]. Acta Islamica Counsenesia: Counselling Research and Applications, 2(1), 51–60. https://doi.org/10.59027/aiccra.v2i1.224
Zaenuddin. (2020). Analisis Hermeneutika dan Tekstualisme Al-Qur’an (Dari Klasik hingga Kontemporer). Al-Afkar Journal for Islamic Studies, 3(1), 137–163. https://al-afkar.com/index.php/Afkar_Journal/article/view/91
Zaimah. (2024). Dekonstruksi tafsir Al-Qur’an menurut Jacques Derrida. Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman, 2(2), 94–103.
Zarkasyi, H. F. (2024). Hermeneutics and deconstruction in contemporary Qur’anic studies. Qudus International Journal of Islamic Studies, 12(1), 1–20.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 M Brilliant Ilham P, Ahmad Naufal T, Ahmad Yusuf, Azriel Farrel A, Masruchin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








