Batas Epistemologis Pendekatan Kebahasaan dan Normatif-Teologis dalam Penafsiran QS. Al-An‘am Ayat 103 pada Tafsir Al-Kasysyāf Karya Al-Zamakhsyari

Authors

  • Sakinah Amalia universitas Nurul Jadid Paiton Author
  • Tika Auliyadi Ghafirah Universitas Nurul Jadid Probolinggo Author
  • Arika Zulfa Hannabilah Universitas Nurul Jadid Probolinggo Author
  • M Mahbubi Universitas Nurul Jadid Probolinggo Author

Keywords:

Al-Kasysyāf Al-Zamakhsyari, pendekatan kebahasaan,

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis batas epistemologis pendekatan kebahasaan dan normatif-teologis dalam penafsiran QS. Al-An‘am ayat 103 pada Tafsir Al-Kasysyāf karya Al-Zamakhsyari. Ayat tersebut membahas keterbatasan penglihatan manusia dalam menjangkau Allah Swt. serta menegaskan bahwa Allah Maha Melihat segala sesuatu. Kajian ini penting karena pemahaman ayat melibatkan analisis bahasa sekaligus pertimbangan teologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer berupa Tafsir Al-Kasysyāf, khususnya penafsiran QS. Al-An‘am ayat 103, sedangkan sumber sekunder berupa literatur ilmiah tentang karakteristik kebahasaan tafsir dan pemikiran teologis Al-Zamakhsyari. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-analitis dengan mengidentifikasi makna istilah al-baṣar, al-Laṭīf, dan al-Khabīr, menelaah argumentasi teologis dalam penafsiran, serta membandingkan kontribusi dan keterbatasan kedua pendekatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Zamakhsyari memaknai ayat tersebut sebagai penegasan bahwa penglihatan hanya berkaitan dengan sesuatu yang berarah dan berbentuk, sedangkan Allah tersucikan dari sifat demikian. Pendekatan kebahasaan membantu menjelaskan makna istilah dan hubungan antarkata, sedangkan pendekatan normatif-teologis menerangkan implikasinya terhadap pemahaman sifat Allah. Perbedaan pemaknaan kata idrāk antara Al-Zamakhsyari dan Al-Rāzī menunjukkan bahwa analisis kebahasaan tidak dengan sendirinya menyelesaikan persoalan teologis, sedangkan penalaran teologis perlu didukung pembacaan teks yang jelas agar kesimpulan tidak hanya bertumpu pada keyakinan awal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua pendekatan perlu digunakan secara proporsional dengan membedakan bukti kebahasaan dari penalaran teologis. Kesimpulan dibatasi pada satu ayat yang dikaji dan tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh pemikiran atau metode penafsiran Al-Zamakhsyari.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abrori, Ahmad Sahal Aqil, dan Meirando Rukhuz. “Fenomena Al-Dakhil dalam Tafsir Lughawi: Menelisik Kajian Linguistik dalam Tafsir Al-Kashaf Karya Al-Zamakhshari.” Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam 5, no. 3 (2024): 594–610. https://doi.org/10.58401/takwiluna.v5i3.1796.

Alfiyah, Avif. “Kajian Kitab Al Kasyaf Karya Zamakhsyari.” Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir 1, no. 1 (2018): 56–65.

Al-Zamakhsyari, Abu al-Qasim Mahmud ibn Umar. Al-Kasysyāf ‘an Ḥaqā’iq Ghawāmiḍ al-Tanzīl wa ‘Uyūn al-Aqāwīl fī Wujūh al-Ta’wīl. Ed. Muhammad ‘Abd al-Salam Shahin. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1995.

Anggara, Deki Ridho Adi. “Ru’yatu Allāh Perspektif Mu‘tazilah dan Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah (Studi Komparatif Tafsīr al-Kassyāf Karya al-Zamakhsyary dan Mafātīḥ al-Ghayb Karya al-Rāzī).” Studia Quranika 3, no. 2 (2019): 111–132. https://doi.org/10.21111/studiquran.v3i2.2691.

Dzulhijati, Putri Amelia Nur, dan Jaka Ghianovan. “Metodologi Zamakhsyari tentang Penggunaan Ilmu Lughah/Bahasa dalam Tafsir Al-Kasysyaf.” At-Taisir: Journal of Indonesian Tafsir Studies 3, no. 2 (2022): 37–46. https://doi.org/10.51875/attaisir.v3i2.138.

Fadilah, Alniatul, Muh Fathoni Hasyim, Abdul Qudus Al Faruq, dan Hilmi Faiz Azzam. “Reason and Revelation in the Tafsir Al-Kashshaf: Mu‘tazilah’s Study of the Verses of Tanzih I‘tiqodiyah.” At-Turāṡ: Jurnal Studi Keislaman 12, no. 2 (2025): 224–240. https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/at-turas/article/view/10986.

Jannah, Saadatul, dan Yusuf Rahman. “Theological Interpretation of the Quran: An Analysis of Mu‘tazilah Thought in al-Kashshāf by al-Zamakhsharī.” Ilmu Ushuluddin 10, no. 1 (2023): 1–26. https://doi.org/10.15408/iu.v10i1.30435.

Lane, Andrew J. “You Can’t Tell a Book by Its Author: A Study of Mu‘tazilite Theology in al-Zamakhsharī’s (d. 538/1144) Kashshāf.” Bulletin of the School of Oriental and African Studies 75, no. 1 (2012): 47–86. https://doi.org/10.1017/S0041977X11000358.

Mu’afa, Abdullah. “Pendekatan Linguistik dalam Penafsiran Al-Qur’an: Upaya ‘Menjernihkan’ Konsep Linguistik sebagai Teori dan Metode.” Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman 1, no. 2 (2012): 213–244. https://doi.org/10.35878/islamicreview.v1i2.14.

Mulyaden, A., M. Z. Hilmi, dan B. M. Yunus. “Manhaj Tafsir Al-Kasyaf Karya Al-Zamakhsyari.” Jurnal Iman dan Spiritualitas 2, no. 1 (2022): 85–90. https://doi.org/10.15575/jis.v2i1.16492.

Rahmat, Asep, dan Fajar Hamdani Akbar. “Kajian Analitik dan Epistemik Terhadap Corak Lughawī dan Kecenderungan I’tizāli Tafsir Al-Kasysyāf.” Jurnal Iman dan Spiritualitas 1, no. 1 (2021): 1–13. https://doi.org/10.15575/jis.v1i1.11410.

Downloads

Published

2026-11-04

How to Cite

Batas Epistemologis Pendekatan Kebahasaan dan Normatif-Teologis dalam Penafsiran QS. Al-An‘am Ayat 103 pada Tafsir Al-Kasysyāf Karya Al-Zamakhsyari. (2026). ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research, 3(02), 154-170. https://ejournal.bamala.org/index.php/almustofa/article/view/1126